PERKATA'AN SAYA LANGSUNG IKUT MADZHAB NABI?! 4 IMAM MADZAB JUGA MENGIKUTI NABI

 LANGSUNG IKUT MADZHAB NABI.?!

.
IMAM ADZ-DZAHABI Rahimahullah mengatakan :

.
قال الخطيب : وسمعت محمد بن عمر الداوودي يقول :
.
ابن شاهين ثقة، يشبه الشيوخ إلا أنه كان لحانا، وكان أيضا لا يعرف من الفقه لا قليلا ولا كثيرا، وإذا ذكر له مذاهب الفقهاء كالشافعي وغيره، يقول: أنا محمدي المذهب.
.
Telah berkata Al-Khathib : Aku mendengar Muhammad Bin Umar Ad-Dawudi berkata :

.
Ibnu Syahin adalah seorang yang tsiqah dan mirip para syaikh, hanya saja ia sering keliru. Dia juga tidak mengerti tentang Fiqh sama sekali baik sedikit atau banyak, dan kalau disebutkan kepadanya tentang madzhab-madzhab para fuqaha seperti Asy-Syafi'i dan yang lainnya, maka dia berkata bahwa "MADZHABKU ADALAH MUHAMMADI" (Langsung ikut madzhabnya Nabi Muhammad).
.
[Siyar A'lam An-Nubala' : 15/32].

Karakter dan pemikiran Ibnu Syahin sebagaimana di kisahkan oleh Imam Adz-Dzahabi ternyata masih ada sampai sekarang

.
Apa kalian kira 4 Imam Madzhab itu bukan pengikut Nabi ?
-----------------------------------------------------------------
.
IMAM AHMAD BIN HANBAL Rahimahullah mengatakan :

.
ومن زعم أنه لا يرى التقليد ولا يقلد دينه أحدا فهو قول فاسق عند الله ورسول صلى الله عليه وسلم.

.
Barangsiapa yang mengaku bahwa dia tidak taqlid dan tidak bertaqlid pada siapapun dalam (urusan) agamanya, maka ini adalah ucapan orang fasiq di sisi ALLAH dan RASULULLAH Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.
.
[Thabaqat Hanabilah : 1/31]
Perkataan Imam Ahmad yang sering dinukil oleh pasukan anti Madzhab.
.
IMAM AHMAD BIN HANBAL Rahimahullah mengatakan :
.
لا تقلدني ولا تقلد مالكا ولا الثوري ولا الأوزاعي، وخذ من حيث أَخذوا
.
Janganlah kamu taqlid kepadaku dan jangan pula kepada Malik, Ats-Tsauri atau Al-Auza'i, ambillah dari mana mereka mengambil.
.
[I'lam Al-Muwaqqi'in Ar-Rabbil Alamin : 2/139]
.
IMAM IBNU QUDAMAH AL-MAQDISI Rahimahullah mengatakan :
.
اتفقوا على أن المجتهد إذا اجتهد فغلب على ظنه الحكم، لم يجزْ له تقليد غيره
.
Para ulama sepakat bahwa seorang Mujtahid jika dia mampu berijtihad dan kemudian dia punya sangkaan kuat akan benarnya hasil ijtihad dirinya, maka tidak boleh baginya untuk bertaklid kepada Mujtahid lainnya.
.
[Raudhatu An-Nadzir Wa Junnatul Muandzir : 2/373]
__
.
Seperti itulah maksudnya, Wassalamualikum .

=========================================================

EMPAT IMAM MADZHAB TERMASYHUR :


1. Imam Hanafi
2. Imam Maliki
3. Imam Syafi'i
4. Imam Hambali

Mereka tidak pernah membaca Kitab Sahih Bukhori dan Sahih Muslim, bahkan menyentuhnya pun tidak pernah. Tapi penulis dua kitab tersebut, yaitu Imam Bukhori dan Imam Muslim justru mengikuti madzhab mereka dalam beragama. Krna dua penulis kitab hadits yg dianggap tersahih tersebut tahu, bahwa keempat Imam diatas lebih hafal dan lebih paham hadits yang sahih, serta bagaimana cara memahami dan mengamalkannya.
Jika mau, bisa saja Imam Bukhori dan Imam Muslim tidak bermadzhab kepada siapa pun, dan cukup menggunakan kitabnya masing2 sebagai pegangan, Tapi toh keduanya tetap memilih mengikuti salah satu dari keempat Imam Madzhab trsbt, krna keduanya tahu, bahwa keempat Imam itu lebih banyak hafalan haditsnya dan hidup di era yg lebih dekat dg para tabi'in, sehingga orisinalitasnya lebih terjaga.
Keempat Imam madzhab tersebut selalu mengatakan, agar jangan terlalu condong pada pendapat mereka, tapi ikutilah hadits Nabi, Tapi tetap saja Umat Islam mengikuti madzhab mereka, bahkan para Ulama' besar semisal Imam Nawawi, Syeikh Ibnu Hajar Al-asqolani, Jalaluddin As-Suyuthi, Imam Ghazali, Ibnu Hajar Al-Haitami, Syeikh Izzudin bin Abdussalam, dst memilih ikut Madzhab Syafi'i, Krna mereka tahu, Keempat Imam madzhab tersebut justru menjadikan hadits2 Nabi sebagai pedoman utama dalam mengambil istinbath hukum2 syar'i, dan keempatnya lebih tahu bagaimana cara menyelaraskan redaksi dan esensi dari hadits2 yg jumlahnya jutaan.
Wallahu a'lamu bish showab.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DUA AMIRUL MUKMININ DI BIDANG HADITS YANG MEMAKAI TASBIH

jangan menerjemahkan ISTIWA' pada sifat ALLAH dengan BERSEMAYAM

DALIL NABI MUHAMMAD MELAKUKAN DZIKIR TAHLIL (TAHLILAN)