jangan menerjemahkan ISTIWA' pada sifat ALLAH dengan BERSEMAYAM

 Kata FAHAM WAHABI Makna BERSEMAYAM itu adalah DUDUK.

.
Oleh karenanya, jangan menerjemahkan ISTIWA' [pada sifat ALLAH] dengan BERSEMAYAM.
.
__
.
METODE ULAMA SALAF dalam menyikapi ayat² sifat yang mutasyabihaat yakni meng-imani Lafadz Dzahir, adapun Maknanya diserahkan kepada ALLAH.
.
Tolong bedakan antara meng-imani lafadz dzahir (teks asli) dan meng-imani makna dzahir (terjemahan/translete), karna kebanyakan orang² yang saat ini mengaku SALAFY ternyata dalam bab ini mengikuti metodenya Mujassimah/Musyabbihah.
.
Silahkan lihat point yang ke 2 dari apa yang di jelaskan oleh Imam Al-Qurthubi di bawah ini.
.
ALLAH Ta'ala berfirman :
.
ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
.
Kemudian ALLAH ISTIWA' di atas ‘Arsy
.
__
.
IMAM AL-ALUSI Rahimahullah mengatakan :
.
وأنت تعلم أن المشهور من مذهب السلف في مثل ذلك تفويض المراد منه إلى الله تعالى
.
Engkau telah mengetahui, bahwa yang masyhur dari Madzhab Salaf dalam perkara seperti ini adalah TAFWIDH (menyerahkan) maksudnya kepada ALLAH Ta'ala.
.
[Tafsir Ruhul Ma'ani : 6/196]
.
__
.
IMAM AL-QURTHUBI Rahimahullah ketika menjelaskan Ayat² sifat yang Mutasyabihaat, beliau mengatakan :
.
وهذه الآية من المشكلات،والناس فيها وفيما شاكلها على ثلاثة أوجه
.
قال بعضهم :
.
نقرؤها ونؤمن بها ولانفسرها وذهب إليه كثيرمن الأئمة،وهذاكما روي عن مالك رحمه الله أن رجلاًسأله عن قوله تعالى ٱلرَّحْمَـٰنُ عَلَى ٱلْعَرْش ِٱسْتَوَى
.
قال مالك :
.
الاستواء غيرمجهول ،والكيف غيرمعقول ،والإيمان به واجب ،والسؤال عنه بدعة ،وأراك رجل سَوْء! أخرجوه.
.
وقال بعضهم :
.
نقرؤهاونفسّرهاعلى مايحتمله ظاهراللغة وهذاقول المشبّهة.
.
وقال بعضهم :
.
نقرؤها ونتأوّلها ونُحيل حَمْلهاعلى ظاهرها

.
Dan ayat seprti ini adalah sebagian dari ayat-ayat yang sulit, dan manusia pada ayat ini beserta ayat-ayat sulit lainnya mempunyai 3 pendapat :

.
1. Sebagian mereka berkata :
.
Kami baca, kami imani, dan tidak kami tafsirkan ayat tersebut.
.
Pendapat ini adalah pendapat mayoritas para Imam dan pendapat ini sebagaimana diriwayatkan dari Imam Malik bahwa seseorang bertanya kepadanya tentang Firman ALLAH Ta'ala [Ar-Rahman ‘Alal 'Arsy Istawa]
.
Imam Malik menjawab :
.
Istiwa’ tidak majhul, dan kaifiyat tidak terpikir oleh akal (mustahil), beriman denganya wajib, dan bertanya tentangnya adalah bid’ah, dan saya lihat anda adalah orang yang tidak baik, tolong keluarkan dia.


.
2. Dan sebagian mereka berkata :
.
Kami bacakan dan kami tafsirkan menurut dzhahir makna (translete) bahasa dan ini adalah pendapat MUSYABBIHAH.


.
3. Dan sebagian yang lain berkata :
.
Kami bacakan dan kami Ta'wil dan kami berpaling dari memaknainya dengan makna dzhahir. (manhaj khalaf)
.
[Tafsir Al-Qurthubi : 1/291]
.
__
.
IMAM ABU HANIFAH Rahimahullah mengatakan :
.
وَنُقِرّ بِأنّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى العَرْشِ اسْتَوَى مِنْ غَيْرِ أنْ يَكُوْنَ لَهُ حَاجَةٌ إليْهِ وَاسْتِقْرَارٌ عَلَيْهِ، وَهُوَ حَافِظُ العَرْشِ وَغَيْرِ العَرْشِ مِنْ غَبْرِ احْتِيَاجٍ، فَلَوْ كَانَ مُحْتَاجًا لَمَا قَدَرَ عَلَى إيْجَادِ العَالَمِ وَتَدْبِيْرِهِ كَالْمَخْلُوقِيْنَ، وَلَوْ كَانَ مُحْتَاجًا إلَى الجُلُوْسِ وَالقَرَارِ فَقَبْلَ خَلْقِ العَرْشِ أيْنَ كَانَ الله، تَعَالَى اللهُ عَنْ ذَلِكَ عُلُوّا كَبِيْرًا
.
Dan kita mengimani adanya ayat "Ar-Rahman 'Alal 'Arsy Istawa'." , bukan dalam pengertian ALLAH membutuhkan 'Arsy tersebut dan juga bukan dalam pengertian bahwa Dia Bertempat ataupun Bersemayam di 'Arsy.
.
ALLAH yang memelihara 'Arsy dan memelihara selain 'Arsy, maka Dia tidak membutuhkan/bergantung kepada makhluk-makhluknya tersebut.
.
Karena jika ALLAH bergantung kepada makhluknya, maka berarti Dia tidak mampu menciptakan alam ini dan mengaturnya.
.
Dan jika Dia tidak mampu atau lemah, maka Dia sama dengan makhluknya sendiri.
.
Dengan demikian, jika ALLAH membutuhkan untuk Bertempat di atas 'Arsy, lalu sebelum menciptakan 'Arsy di manakah Dia.?
.
Sebab artinya, jika sebelum menciptakan 'Arsy Dia tanpa tempat, dan setelah menciptakan 'Arsy Dia berada di atasnya, maka Dia telah berubah, sementara perubahan adalah tanda makhluk.
.
ALLAH Maha Suci dari pada itu semua dengan Kesucian yang Agung.
.
[Syarah Al-Washiyyah Imam Abu Hanifah : Halaman 10]
.
__
.
.
IMAM ASY-SYAFI'I Rahimahullahu mengatakan :
.
أليس قد قال الله تعالى
.
"الرحمن على العرش استوى"
.
يقال ان هذه الأية من المتشابهات و الذي نختار من الجواب عنها و عن أمثالها لمن لا يريد التبحر فى العلم أن يمر بها كما جاءت و لا يبحث عنها و لا يتكلم فيها لأنه لا يأمن من الوقوع فى ورطة التشبيه اذا لم يكن راسخا فى العلم.
.
و يجب أن يعتقد فى صفات الباري تعالى من ذكرناه و أنه لا يحويه مكان و لا يجري عليه زمان منزه عن الحدود و النهايات مستغن عن المكان و الجهات و يتخلص من الهالك و الشبهات . و لهذا المعنى زجر مالك رحمه الله رجلا حين سأله عن هذه الأية فقال : الاستواء مذكور و الكيفية مجهولة و الايمان به واجب و السؤال عنه بدعة ثم قال : و ان عدت الى مثله أمرت بضرب رقبته . أعاذنا الله و اياكم من التشبيه
.
Tidakkah ALLAH Ta’ala Berfirman :
.
"لرحمن على العرش استوى"
.
Dikatakan bahwa ayat ini bagian dari ayat Mustasyabihaat.
.
Adapun jawaban yang kami pilih dari ayat mutasyabihaat dan keasamaan-kesamaannya ini berlaku bagi orang yang tidak mau mendalami ilmunya agar melewatinya (Tafwidz/membaca lafadznya) seperti apa adanya ayat dan tidak perlu membahas dan membicarakan ayat ini. Karena hal ini tidak akan aman untuk terjatuh ke dalam Lumpur 'TASYBIH', yakni menyamakan ALLAH dengan makhluk apabila bukan dari golongan orang-orang yang dalam ilmunya.
.
Dengan demikian, wajib bagi setiap muslim yang mukallaf untuk mengi'tiqadkan atau meyakinkan perkara di dalam sifat-sifat Dzat Maha Pencipta (ALLAH) Ta’ala seperti apa yang telah kami terangkan di mana ALLAH Ta’ala tidak diliputi oleh Tempat dan Tidak berlaku zaman bagi-Nya.
.
Dia juga maha dibersihkan dari segala batasan, ujung dan tidak butuh kepada Tempat dan Arah.
.
Dia selamat dari segala bentuk Kerusakan dan Keserupaan.
.
Oleh karenanya dengan adanya makna ayat ini, maka IMAM MALIK Rahimahullah melarang kepada seseorang untuk menanyakan tentang ayat ini. Beliau berkata :
.
Al-Istiwa’ sesuatu yang sudah disebut (Lafadznya), Kaifiah (Tata Cara) sesuatu yang samar, Iman dengan ayat ini wajib & bertanya tentang ayat ini Bid’ah.
.
Kemudian, beliau berkata :
.
Seandainya engkau kembali menanyakan kepada semisal ayat ini, maka aku memerintahkan supaya engkau menepuk lehermu.
.
Semoga ALLAH melindungi kita dan kalian untuk tidak menyamakan ALLAH dengan makhluk.
.
[Al-Kaukab Al-Azhar Syarah Al-Fiqhul Akbar : halaman 68]
.
__
.
IMAM AHMAD BIN HANBAL Rahimahullah mengatakan :
.
أحاديث الصفات تمر كما جاءت من غير بحث على معانيها، وتخالف ماخطر في الخاطر عند سماعها، وننفي التشبيه عن الله تعالی عند ذكرها مع تصديق النبي ، والإيمان بها، وكلما يعقل ويتصور فهو تكييف وتشبيه، وهو محال
.
Hadits-hadits sifat harus dibaca ulang seperti sedia kala tanpa dibahas makna-maknanya.
.
Ia berbeda dengan apa yang terbesit dalam hati seseorang ketika mendengarnya dan kami menafikan penyerupaan dengan ALLAH ketika ALLAH menyebutkannya serta membenarkan [ucapan] Nabi dan mengimaninya.
.
Setiap kali ia dipahami dan tergambar di benak, maka itulah membagaimanakan (takyif) dan menyerupakan (tasybih)
.
Itu adalah hal yang MUSTAHIL
.
[Nihayat Al-Mubtadi’in : Halaman 33]
.
__
.
IMAM SUFYAN BIN UYAINAH Rahimahullah mengatakan :
.
كل ما وصف الله تعالى به نفسه فتفسيره تلاوته و السكوت عنه
.
Setiap sesuatu yang ALLAH mensifati diri-Nya dengan sesuatu itu.!
.
Maka Tafsirannya adalah bacaannya (Tilawahnya) & diam daripada sesuatu itu.
.
[Al-I’tiqad Wal Hidayah : 118]
.
Wassakamualaikum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DUA AMIRUL MUKMININ DI BIDANG HADITS YANG MEMAKAI TASBIH

DALIL NABI MUHAMMAD MELAKUKAN DZIKIR TAHLIL (TAHLILAN)